Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Kamis, 22 Januari 2009

Hati-hati dengan viagra

Dalam sebuah penelitian, periset dari Amerika Serikat mengatakan
bahwa tujuh orang pasien mengalami gejala Non-Arthritic Ischemic
Optic Neuropathy (NAION). Itu adalah gejala-gejala yang dapat
menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen setelah meminum
pil Viagra (sildenafil) untuk mengatasi gangguan ereksi. Jika
digabung dengan beberapa laporan terdahulu, penelitian ini mencatat
total 14 kasus sildenafil yang berhubungan dengan NAION.

"Sebelumnya kita tahu, beberapa pria yang mengonsumsi Viagra
mengalami perubahan penglihatan pada warna yang bersifat sementara.
Mereka melihat semua benda berwarna biru atau hijau," papar Dr.
Howard D. Pomeranz dari University of Minnesota di Minneapolis,
Amerika. "NAION merupakan kondisi yang lebih serius karena dapat
menyebabkan kebutaan permanen."

Sebagaimana dikutip Reuterhealth Rabu (30/3) lalu, Dr. Pomeranz
juga mengatakan, asosasi yang terjadi seperti Viagra dengan gejala
NAION dapat pula disebabkan oleh semua jenis obat ini juga pada
penggunaan Cialis (tadalafil). Diuraikan dalam Journal of Neuro
Ophthalmology Maret ini, umumnya pasien mulai mengalami gejala
tersebut 24 jam setelah pemakaian Viagra.

Gejala awal adalah pandangan yang mulai kabur dan meningkat pada
kehilangan penglihatan. Seorang pasien bahkan mengalami masalah
pada kedua matanya, dan pada akhirnya hanya satu mata yang masih
berfungsi. Efek terakhir yang akan dialami oleh pasien-pasien ini
adalah tingkat pandangan mata mulai menurun, dari tingkat
penglihatan sempurna hingga hanya dapat melihat cahaya saja.

Semua pasien ini mempunyai tanda-tanda mengidap penyakit jantung,
tekanan darah tinggi, dan sebagian besar kadar kolesterolnya
tinggi. Bahkan, tiga pasien telah mempunyai masalah pada mata yang
dapat meningkatkan risiko mereka terkena NAION.

"Saat ini tidak ada data yang cukup untuk mendukung uji
oftalmologik pada setiap pasien yang memakai Viagra," ungkap Dr.
Pomeranz. Dia juga mengatakan, dokter yang meresepkan obat ini
harus hati-hati dengan adanya NAION, dan memeriksa terlebih dahulu
pasien-pasien yang memiliki risiko penyakit jantung.

0 komentar:

Poskan Komentar